Home » » Skenario konseling individu (penyesuaian diri)

Skenario konseling individu (penyesuaian diri)

Deskripsi Masalah            :
Klien sekarang duduk di kelas X-2 di SMA Negeri 1 Babat. Masalah klien yakni ia tidak kerasan tinggal di pondok pesantren, sehingga ia sering pulang. Karena sering pulang maka orang tuanya memberikan dua pilihan.pilihan pertama klien terus sekolah di sekolahnya ini dan tetap tinggal di pondok, pilihan kedua pindah sekolah di desanya. Disini klien bingung apakah ia akan tetap di sekolahnya dan tinggal di pondok pesantren atau pindah sekolah yang tidak ia senangi itu. 

 Deskripsi Strategi             :
“Strategi Self Management”
1.      Menentukan persoalan
      Konselor dan klien berusaha mendapatkan gambaran yang jelas tentang permasalahan sesuai dengan yang dikehendaki kl ien. Permasalahan klien yakni apakah dia terus sekolah di sekolahnya dan tinggal di pondok atau pindah dari sekolahnya. 
2.      Menentukan alternatif
            Secara bersama-sama konselor dan klien mengidentifikasi alternatif-alternatif yang tersedia dan dapat diterima klien
3.      Mengumpulkan informasi
      Konselor dan klien bekerja bersama-sama untuk mengidentifikasi informasi apa yang telah atau belum diketahui.
4.      Memproses informasi
Klien harus menilai alternatif-alternatif yang telah muncul dan informasi yang telah dikumpulkan.
5.      Merumuskan tujuan
      Klien hendaknya menganggap keputusan yang telah diambil bukan merupakan keputusan akhir, tetapi masih terbuka untuk adanya perubahan.
6.      Menilai rencana
Disini klien harus mengimplimentasikan keputusan dan mengembangkan beberapa metode penilaian. Konselor melibatkan klien dalam proses penilaian ini karena klienlah yang harus bertanggung jawab terhadap konsekuensinya.


Ko/Kl
Dialog
Ketrampilan
Kl (1)
Ko (1)

Kl (2)
Ko (2)
Kl (3)

Ko (3)

Kl (4)

Ko (4)

Kl (5)
Ko (5)


Kl (6)
Ko (6)
Kl (7)
Ko (7)

Kl (8)

Ko (8)







Kl (9)
Ko (9)

Kl (10)
Ko (10)
Kl (11)



Ko (11)


Kl (12)



Ko (12)

Kl (13)

Ko (13)


Kl (14)


Ko (14)
Kl (15)



Ko (15)



Kl (16)
Ko (16)





Kl (17)
Ko (17)

Kl (18)

Ko (18)











Kl (19)
Ko (19)


Kl (20)






Ko (20)


Kl (21)




Ko (21)

Kl (22)


Ko (22)

Kl (23)





Ko (23)



Kl (24)




Ko (24)









Kl (25)



Ko (25)

Kl (26)
Ko (26)


Kl (27)

Ko (27)


Kl (28)

Ko (28)

Kl (29)






Ko (29)

Kl (30)


Ko (30)
Kl (31)


Ko (31)
Assalam’mualaikum (sambil mengetuk pintu)
Wa’alaikumsalam (sambil membuka pintu),
Mari silahkan masuk! silahkan duduk
Terima kasih bu,
Kok pucat? Lagi sakit ya?
Gak kok bu, emangnya kelihatan ya kalau saya pucat?
Ya kamu kelihatannya tidak bersemangat, apakah kamu sedang punya masalah?
Ya bu, saya saya lagi gak bisa konsentrasi di kelas, boleh gak saya konselingn sama ibu?
Tentu saja boleh, kapan saja kamu mau, saya akan membantu kamu.
Sekarang saja ya bu!
Baiklah ibu akan membantu kamu sekarang, tapi sebelumnya apakah kamu sudah pernah melakukan konseling?
Belum pernah,
Oya nama kamu siapa dan dari kelas berapa?
Nama saya Lita, saya dari kelas X-2
Siswa baru ya, pantes saja saya belum pernah melihat kamu.
Ya bu, saya dengar dari teman-teman kalau punya masalah datang saja ke guru BK.
Baik Lita. Dalam proses konseling ini biasanya berlangsung antara 30 sampai 45 menit dan 2 sampai 5 kali pertemuan. Semua yang akan kita bicarakan nanti ibu jamin kerahasiaannya. Tapi keputusan yang akan kamu ambil adalah dari kamu sendiri, saya disini hanya memberikan alternatif pilihan yang akan kamu ambil, bagaimana apakah kamu mengerti?
Ya bu, saya mengerti,
Sekarng kamu bisa ceritakan masalah yang kamu hadapi,
Saya sekarang lagi bingung (berhenti sejenak)
Ceritakan secara rinci masalah yang kamu hadapi!
Saya sekarang ini tinggal di pondok pesantren, tapi saya tidak kerasan tinggal di pondok pesantren, sehingga saya sering pulang ke rumah, karena kebiasaan inilah saya dimarahi orang tua.
Tadi kamu bilang bahwa kamu tidak kerasan di pondok pesantren, bisa kamu jelaskan apa yang membuat kamu tidak kerasan di pondok pesantren?
Saya tidak suka dengan santri-santrinya, mereka itu individualis dan ada juga yang berkelompok, apalagi kegiatan saya setiap hari di pondok hanya belajar, mengaji, dan tidur.
Jadi kamu tidak bisa menerima lingkungan baru ini, benar demikian?
Ya mungkin seperti itu, apalagi kalau saya tidak  punya kegiatan, saya jadi ingat orang tua saya.
Dari cerita ini, apa karena tidak kerasan di pondok pesantren membuat kamu tidak konsentrasi di kelas?
Ya salah satunya itu, tapi yang jadi permasalahan dari semua inni adalah saya harus memilih dua pilihan.
Dua pilihan?
Ya bu, dua pilihan, karena saya sering pulang inilah saya dimarahi ortu, dan saya disuruh memilih antara saya terus sekolah disini dan tidak sering pulang atau saya pindah sekolah di desa saya.
Jadi disini kamu harus memilih antara dua pilihan dimana yang satu kamu terus sekolah disini dan tinggal di pondok pesantren, yang kedua kamu pindah sekolah, apakah demikian?
Ya bu, saya harus bagaimana?
Baiklah disini dapat saya tangkap bahwasannya kamu memiliki masalah untuk memilih dua  pilihan dimana yang satu kamu tetap sekolah disini dan tetap tinggal di pondok pesantren tanpa sering pulang ke rumah, yang kedua kamu pindah sekolah di desa kamu? Benar demikian?
Ya bu, benar demikian
Sekarang apa yang kamu harapkan dari proses konseling ini?
Saya ingin mengambil keputusan yang terbaik buat saya, sehingga saya tidak bingung lagi.
Sekarang saya akan membimbing kamu untuk menyelesaikan masalah yang sedang kamu hadapi. Disini saya akan menggunakan strategi pengambilan keputusan, yang nantinya semua keputusan ini ada ditangan kamu. Dalam strategi ini ibu akan membantu kamu untuk menentukan konskeunsi-konsekuensi dari masing-masing keputusan yang kamu ambil, baik itu positif maupun negatif, setelah itu ibu harap kamu bisa menentukan pilihan yang terbaik dalam menyelesaikan masalah yang kamu hadapi. Baiklah apakah kamu sudah siap pada tahap selanjutnya?
Ya bu, sudah siap.
Baiklah jika kamu memilih terus sekolah disini dan tetap tinggal di pondok pesantren konsekuensi positif apa yangn akan kamu dapat?
Konsekuensi positif yang akan saya dapatkan jika saya terus sekolah disini dan tinggal di pondok pesantren adalah saya mendapatkan fasilitas yang memadai di sekolah ini karena sekolah di desa saya tidak selengkap fasilitas disini, disamping itu saya juga mendapatkan ilmu agama di pondok pesantren.
Sekarang konsekuensi negatif apa yang kamu dapatkan jika kamu terus sekolah disini dan tinggal di pondok pesantren?
Konsekuensi negatif yang saya dapatkan jika saya terus sekolah disini dan tinggal di pondok pesantren adalah saya merasa tertekan karena saya sulit beradaptasi di pondok pesantren.
Baiklah sekarang jika kamu memilih pindah sekolah di desa kamu konsekuensi positif apa yang kamu dapatkan?
Jika saya pindah sekolah konsekuensi positifnya adalah saya akan merasa nyaman karena saya bisa berkumpul dengan orang tua saya.
Sekarang konsekuensi negatif apa yang kamu dapatkan jika kamu pindah sekolah di desa kamu?
Konsekuensi negatif yang akan saya dapatkan jika saya pindah sekolah di desa saya adalah saya akan meninggalkan sekolah yang saya inginkan sejak dulu, terus saya tidak mendapatkan ilmu agama di pondok ini, disamping itu saya akan berpisah dengan teman-teman di sekolah ini.
Baiklah karena kamu sudah mengemukakan konsekuensi positif dan negatif dari setiap pilihan. Menurut kamu diantara dua pilihan ini kamu cenderung memilih yang mana?
Saya lebih condong ke pilihan pertama terus sekolah disini dan tetap tinggal di pondok pesantren, karena dari segi positifnya lebih banyak. Tetapi caranya bagaimana supaya saya bisa kerasan di pondok pesantren?
Begini Lita, bagi santri baru kehidupan seperti itu memang hal yang sudah biasa, karena pada kehidupan sebelumnya mereka Cuma tinggal dengan anggota keluarganya sedangkan di pondok mereka akan hidup dengan banyak orang dan mereka disana tidak ada yang saling kenal. Nah! Dalam kehidupan saat inilah mereka termasuk juga kamu mulai dididik orang tua kamu supaya kamu lebih mandiri dan bisa hidup dan bersosialisasi  dengann orang lain, apakah kamu mengerti?
Ya bu, saya mengerti, kalau begitu saya akan mulai besok bersosialisasi dengan mereka, sehingga saya tidak kesepian dan saya tidak ingat lagi dengan orang tua.
Bagus sekali itu, berarti kamu memiliki keinginan yang besar untuk tinggal di pondok.
Ya bu, itu semua kan juga demi kebaikan saya.
Baiklah ibu percaya bahwa kamu akan mampu mengembangkan hubungan dengan teman-teman yang lain di pondok.
Wah! Sekarang pikiran saya menjadi lebih jernih, tidak lagi seperti kemarin ketika saya bingung.
Sekarang saya akan mempertegas apakah kamu memilih terus sekolah disini dan tinggal di pondok pesantren?
Saya betul-betul menginginkan demikian, saya yakin ini adalah piliha terbaik buat saya.
Baik sekali jika kamu sekarang berani mengambil suatu ketegasan berdasarkan keyakinan.
Terima kasih bu atas kesabaran ibu membantu saya dalam memilih dua pilihan ini, saya sudah dapat gambaran yang jelas mengenai apa yang harus saya lakukan , ibu telah membawa  saya ke konsekuensi positif dan negatif dari dua pilihan tersebut. Akhirnya saya memilih untuk terus sekolah disini dan tetap tinggal di pondok pesantren.
Yakinlah bahwa kamu dapat melaksanakan keputusan ini.
Ya bu, saya yakin, seandainya saya lain kali ada permasalahn lagi , apakah saya boleh datang kesini lagi?
Oh, tentu saja boleh!
Saya kira cukup sekian dahulu karena jam istirahat sudah selesai, Assalammu’alaikum (sambil bersalaman)
Wa’alaikumsalam.

Attending


Pertanyaan tertutup ( probe)


Attending



Attending


Pertanyaan tertutup (probe)



Attending

Attending



Structuring








Pertayaan terbuka (probe)


Memusatkan




Klarifikasi






Pertanyaan tertutup (probe)



Pertanyaan tertutup (probe)





Bertanya




Parafrase




Rangkuman







Pertanyaan terbuka (probe)


Structuring & bertanya












Pertanyaan terbuka (probe)










Pertanyaan terbuka (probe)







Pertanyaan terbuka (probe)




Pertanyaan terbuka (probe)






Memimpin secara langsung








Pemberian informasi














Memantulkan

Memimpin tidak langsung




Pertanyaan tertutup (probe)




Memantulkan








Attending




Attending

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BK Peduli Siswa

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BK Peduli Siswa - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger
ans!!