Home » » SOSOK UTUH KOMPETENSI KONSELOR DAN PENDIDIK KONSELOR SERTA IMPLIKASINYA PADA KURIKULUM JURUSAN/PRODI BK

SOSOK UTUH KOMPETENSI KONSELOR DAN PENDIDIK KONSELOR SERTA IMPLIKASINYA PADA KURIKULUM JURUSAN/PRODI BK

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Wawasan Bimbingan dan Konseling, dengan dosen pengampu Dr. Imam Tadjri, M. Pd.

Latar Belakang Masalah

Sebagaimana diketahui, the higher education long-team strategy (HELTS) 2003-2010, mengamanatkan kepada pendidikan tinggi untuk berperan dalam pembangunan masyarakat masa depan Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki karakter yang kuat serta menghargai keragaman sebagai perekat intergrasi bangsa di samping mampu bersaing baik ditingkat regional dan nasional, maupun ditingkat global dalam rangka peningkatan daya saing bangsa. Untuk mencapai sasaran tersebut, salah satu upaya yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah meningkatakan mutu konselor yang harus bekerja bahu-membahu dengan guru yang mengawaki jalur pendidikan formal di tanah air mulai dari jenjang taman kanak-kanak, sampai dengan jejang perguruan tinggi, melalui profesionalisasi jabatan konselor.

Sebagaimana lazim dipahami dalam bidang layanan lainnya, proses profesionalisasi mempersyaratkan kepada konselor untuk mampu memberikan layanan ahli sesuai dengan profesinya sebagai konselor, sehingga layak mendapat penghargaan yang lebih baik dari masyarakat dan pemerintah. Tentu saja, untuk menyediakan konselor profesional yang handal kualitas serta memadai jumlahnya, perlu diselenggarakan program pendidikan profesional konselor yang pada gilirannya perlu diawaki oleh jajaran pendidikan konselor lulusan program pendidikan profesional pendidik konselor, yang juga handal kualitasnya serta memadai jumlahnya.

Untuk mengemban  misi tersebut, diperlukan perangkat undang-undang yang mengatur tentang standar kompetensi dosen sehingga dapat digunakan sebagai rujukan dasar dalam mengembangkan program pendidikan profesional pendidikan konselor disamping lembaga penyelenggara yang memiliki kapasitas pendukung yang memadai. Dalam ketentuan perundang-undangan memang ditemukan standar kompetensi dosen yang terkandung baik dalam PP nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, maupun dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Akan tetapi standar kompetensi dosen yang terkandung dalam kedua ketentuan perundang-undangan tersebut nampaknya belum secara dibahas secara jelas. Keberadaan konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widyaiswara, fasilitator, dan instruktur (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 6).

Kesejajaran posisi ini tidaklah berarti bahwa semua tenaga pendidik itu tanpa keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja. Demikian juga konselor memiliki keunikan konteks tugas dan ekspektasi kinerja yang tidak persis sama dengan guru. Hal ini mengandung implikasi bahwa untuk masing-masing kualifikasi pendidik, termasuk konselor, perlu disusun standar kualifikasi akademik dan kompetensi berdasarkan kepada konteks tugas dan ekspektasi kinerja masing-masing.

Dengan mempertimbangkan berbagai kenyataan serta pemikiran yang telah dikaji, bisa ditegaskan bahwa pelayanan ahli bimbingan dan konseling yang diampu oleh Konselor berada dalam konteks tugas “kawasan pelayanan yang bertujuan memandirikan individu dalam menavigasi perjalanan hidupnya melalui pengambilan keputusan tentang pendidikan termasuk yang terkait dengan keperluan untuk memilih, meraih serta mempertahankan karir untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera, serta untuk menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum melalui pendidikan”.  Sedangkan ekspektasi kinerja konselor yang mengampu pelayanan bimbingan dan konseling selalu digerakkan oleh motif altruistik dalam arti selalu menggunakan penyikapan yang empatik, menghormati keragaman, serta mengedepankan kemaslahatan pengguna pelayanannya, dilakukan dengan selalu mencermati kemungkinan dampak jangka panjang dari tindak pelayanannya itu terhadap pengguna pelayanan, dari apa yang telah dibahas diatas dalam memasuki abad baru era globalisasi yang semakin meluas dan untuk memenuhi harapan-harapan yang ada akan profesionalitas konselor, maka perlu dilakukan suatu arahan kedepan yang tepat dan sesuai dengan pengembangan kinerja konselor. Bimbingan konseling merupakan bentuk layanan yang merupakan suatu bagian penting dari sistem pendidikan yang syogyanya mengacu kepada manfaat yang dirasakan orang yang menggunakan jasa dari konselor dalam konteks pendidikan.  Dengan latar belakang di atas, maka makalah ini akan membahas mengenai sosok utuh kompetensi konselor serta implikasinya pada kurikulum jurusan/prodi BK.

Rumusan Masalah

Dalam makalah ini, masalah yang akan dibahas mengenai kompetensi konselor serta implikasinya pada kurikulum jurusan/prodi BK. Agar diperoleh suatu pemahaman yang lebih dalam tentang tema yang diambil maka penulis akan menekankan pada tiga pokok permasalahan. Permasalahan yang akan dirumuskan sebagai berikut:
1.2.1    Bagaimana kompetensi konselor dan pendidik konselor ?
1.2.2    Bagaimana kompetensi profesional konselor ?
1.2.3    Bagaimana kedudukan bimbingan konseling dalam KTSP ?

Batasan Masalah

Untuk lebih menfokuskan pembahasan pada pokok permasalahan maka penulis memberi batasan yang meliputi tiga hal sebagai berikut:
1.3.1    Kompetensi konselor dan pendidik konselor
1.3.2    Kompetensi profesional konselor
1.3.2    Kedudukan bimbingan konseling dalam KTSP

Tujuan Penulisan Makalah

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan makalah yang penulis
lakukan adalah:
1.4.1    Untuk mengetahui kompetensi konselor dan pendidik konselor
1.4.2    Untuk mengetahui kompetensi profesional konselor
1.4.3    Untuk mengetahui kedudukan bimbingan konseling dalam KTSP

Manfaat Pembuatan Masalah

Dari pembuatan makalah ini, bisa diambil manfaat yaitu: Mahasiswa pasca sarjana BK UNNES lebih memahami tentang sosok utuh kompetensi konselor serta implikasinya pada kurikulum jurusan/prodi BK.

Tim Penyusun

 Andi Riswandi Buana Putra   (0105512066)
Jontas Gayuh Panuntun          (0105512053)

Daftar Pustaka

Depdiknas. 2008. Penataan Pendidikan Profesional Konselor Dan Layanan Bimbingan Dan Konseling Aalam Jalur Pendidikan Formal. Bandung: Jurusan BK UPI
Erford, T. 2004. Professional School Counseling: a Handbook of Theories, Programs & Pracices. Texas: CAPS Press
Gibson, RL & Mitchell, M.H. Bimbingan Dan Konseling. Translated by Yudi Santoso. Jakarta: Pustaka Pelajar
Sugiyo. 2011. Manajemen Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Semarang: Widya Karya
 

Download lengkap versi Word dengan klik unduh dibawah ini

UNDUH 

klik.. tunggu sampai 5 detik kemudian klik di pojok atas,  klik pada tulisan SKIP AD


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BK Peduli Siswa

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BK Peduli Siswa - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger
ans!!